Pneumonia masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang paling mengkhawatirkan bagi anak. Di permukaan, gejalanya sering tampak seperti flu atau batuk pilek biasa, tetapi pneumonia adalah peradangan serius pada jaringan paru yang dapat mengganggu pernapasan, menimbulkan komplikasi berat, dan berisiko fatal bila terlambat ditangani.
Setiap tahun ribuan anak di Indonesia datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan sesak, demam tinggi, dan batuk yang tidak membaik karena pneumonia. Penyakit ini terjadi ketika kantung udara di paru terisi cairan akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur.
Menurut data UNICEF tahun 2024, pneumonia menyebabkan lebih dari tujuh ratus ribu kematian balita di seluruh dunia. Temuan ini sejalan dengan publikasi The Lancet Global Health yang menyebutkan bahwa pneumonia masih menjadi penyebab kematian infeksi terbesar pada anak di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang. Sementara itu, Journal of Pediatrics mencatat bahwa deteksi dini dan imunisasi lengkap mampu menurunkan risiko pneumonia secara signifikan. Rangkuman data ini menegaskan bahwa pencegahan dan kewaspadaan orang tua memegang peranan besar dalam melindungi anak dari infeksi paru.








