Kanak-kanak

Pneumonia pada Anak: Cara Mengenali Gejala dan Mencegahnya Sejak Dini

Ditulis oleh: Dini Wulansari Diterbitkan pada 22 November 2025
Review olehChristina Holmes
Bacaan 4 menit

Pneumonia masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang paling mengkhawatirkan bagi anak. Di permukaan, gejalanya sering tampak seperti flu atau batuk pilek biasa, tetapi pneumonia adalah peradangan serius pada jaringan paru yang dapat mengganggu pernapasan, menimbulkan komplikasi berat, dan berisiko fatal bila terlambat ditangani.

Setiap tahun ribuan anak di Indonesia datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan sesak, demam tinggi, dan batuk yang tidak membaik karena pneumonia. Penyakit ini terjadi ketika kantung udara di paru terisi cairan akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Menurut data UNICEF tahun 2024, pneumonia menyebabkan lebih dari tujuh ratus ribu kematian balita di seluruh dunia. Temuan ini sejalan dengan publikasi The Lancet Global Health yang menyebutkan bahwa pneumonia masih menjadi penyebab kematian infeksi terbesar pada anak di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang. Sementara itu, Journal of Pediatrics mencatat bahwa deteksi dini dan imunisasi lengkap mampu menurunkan risiko pneumonia secara signifikan. Rangkuman data ini menegaskan bahwa pencegahan dan kewaspadaan orang tua memegang peranan besar dalam melindungi anak dari infeksi paru.

Gejala Pneumonia pada Anak

Gejala pneumonia pada anak dapat muncul perlahan maupun tiba tiba. Beberapa tanda yang perlu Anda waspadai antara lain:

  • Demam lebih dari tiga puluh delapan derajat celcius
  • Batuk disertai pilek
  • Napas cepat atau tampak sesak
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Muntah dan hilang nafsu makan
  • Anak tampak sangat lemah atau lebih rewel dari biasanya

Jika satu saja dari gejala tersebut muncul dan tidak membaik, segera bawa anak ke layanan kesehatan. Diagnosis hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan medis seperti pemeriksaan fisik, tes darah, dan foto rontgen.

image.alt

Penyebab Pneumonia pada Anak

Pneumonia akibat virus

Pada anak usia di bawah lima tahun, penyebab yang paling sering adalah infeksi virus. Salah satu yang paling umum adalah Respiratory Syncytial Virus atau RSV, yang mudah menular melalui percikan saat batuk atau bersin.

Pneumonia akibat bakteri

Pada anak usia di atas lima tahun, penyebabnya lebih sering berasal dari bakteri seperti Streptococcus pneumoniae. Pneumonia bakteri biasanya muncul tiba tiba disertai demam tinggi dan batuk berdahak.

Faktor Risiko Pneumonia pada Anak

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko pneumonia antara lain:

  • Gizi buruk yang melemahkan daya tahan tubuh
  • Paparan asap rokok atau polusi udara
  • Penyakit kronis seperti asma atau kelainan jantung
  • Imunisasi yang belum lengkap
  • Rumah lembap, ventilasi buruk, atau hunian padat

Paparan asap rokok menjadi faktor berbahaya yang sering ditemui. Asap rokok dapat bertahan di udara selama beberapa jam sehingga meningkatkan risiko infeksi paru pada anak.

Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

Lengkapi imunisasi

Vaksin seperti Hib, pneumokokus atau PCV, serta influenza terbukti menurunkan risiko pneumonia.

Jaga kebersihan diri dan lingkungan

Minta anak mencuci tangan secara rutin. Pastikan rumah bersih, tidak lembap, serta bebas debu.

Berikan nutrisi cukup

ASI eksklusif hingga usia enam bulan berperan besar dalam membentuk kekebalan tubuh anak. Setelahnya, berikan makanan yang bergizi seimbang.

Pastikan ventilasi rumah baik

Sirkulasi udara yang lancar dan paparan cahaya matahari dapat menghambat pertumbuhan kuman.

Jauhkan anak dari asap rokok

Sistem pernapasan anak sangat sensitif sehingga paparan asap rokok dapat memicu peradangan saluran napas dan meningkatkan risiko pneumonia.

Penanganan Pneumonia pada Anak

Pada kasus tertentu, anak membutuhkan perawatan di rumah sakit. Penanganan meliputi terapi oksigen, cairan infus, pemantauan ketat, hingga pemeriksaan radiologi. Pemulihan akan lebih baik dengan dukungan emosional, istirahat cukup, dan makanan bergizi. “Pneumonia menjadi berbahaya bukan karena sulit ditangani, tetapi karena sering terlambat dikenali. Apa pun penyebabnya, baik bakteri maupun virus, hal yang paling penting adalah orang tua mengenali tanda bahaya sejak awal," ungkap dr. Azwar Aruf, M.Sc, Sp.A, Subsp.Resp(K) melalui Instagram Live bersama IDAI, dengan topik Hilangkan Pneumonia dengan Cegah Faktor Risiko & Tips Rumah Sehat Bebas Pneumonia, pada 19 November 2025.

Tips Pencegahan Menurut Dr Azwar Aruf:

  • Imunisasi lengkap termasuk influenza dan PCV
  • Hindari asap rokok
  • Pastikan ventilasi rumah baik
  • Bersihkan AC dan kipas secara rutin
  • Jaga kebersihan lingkungan dan minimalkan paparan polusi
  • Berikan ASI eksklusif
  • Pastikan hewan peliharaan sehat dan tidak masuk kamar tidur
  • Kenali tanda bahaya seperti napas cepat dan tarikan dinding dada

Pneumonia bukanlah penyakit ringan. Namun, dengan kewaspadaan, pengetahuan yang tepat, dan pencegahan sejak dini, risiko pneumonia dapat ditekan secara signifikan. Jika anak menunjukkan tanda tanda pneumonia, tetap tenang dan segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kesehatan anak adalah investasi jangka panjang. Semakin cepat orang tua bertindak, semakin besar peluang anak pulih sepenuhnya.

Detail isi artikel

  • Gejala Pneumonia pada Anak
  • Penyebab Pneumonia pada Anak
  • Faktor Risiko Pneumonia pada Anak
  • Cara Mencegah Pneumonia pada Anak
  • Penanganan Pneumonia pada Anak

Artikel Terkait

Waspada "Super Flu" pada Si Kecil: Apa Itu dan Bagaimana Cara Melindungi Keluarga?

Fenomena Fatherless dan Realita Yatim Pasif: Ketika Ayah Ada, Namun Tak Hadir Sepenuhnya

Pubertas pada Anak Laki Laki dan Perempuan: Panduan Lengkap untuk Orang Tua Anak Usia SD

Artikel Lainnya

Kanak-kanak

Waspada "Super Flu" pada Si Kecil: Apa Itu dan Bagaimana Cara Melindungi Keluarga?

Kanak-kanak

Fenomena Fatherless dan Realita Yatim Pasif: Ketika Ayah Ada, Namun Tak Hadir Sepenuhnya

Remaja

Pubertas pada Anak Laki Laki dan Perempuan: Panduan Lengkap untuk Orang Tua Anak Usia SD

Kanak-kanak

Influenza A pada Anak dan Keluarga Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kanak-kanak

Tips Kembali Sekolah Setelah Liburan Tanpa Drama

Kanak-kanak

Tips Praktis untuk Orang Tua: Cara Mengajak Anak Membuat Resolusi Tahun Baru

Balita

Anak Sering Batuk dan Pilek? Kenali Infeksi Saluran Pernapasan pada Anak.

Kanak-kanak

Penting untuk Orang Tua: Langkah Aman Mencegah Anak Hilang atau Diculik di Tempat Umum