Fenomena fatherless tidak hadir dalam satu wajah saja. Berikut beberapa bentuk yang kerap tampak dalam kehidupan nyata:
1. Hubungan Ayah dan Anak yang Merenggang
Hubungan ayah dan anak yang merenggang kerap terjadi akibat konflik keluarga, perceraian, atau pola komunikasi yang tidak pernah benar‑benar terbangun. Dalam situasi ini, ayah mungkin masih hadir secara fisik atau administratif, tetapi anak tumbuh tanpa kedekatan emosional atau ruang aman untuk berbagi cerita.
Realitas ini terasa dekat dengan kisah dalam film Suka Duka Tawa karya Aco Tenriyagelli, yang memperlihatkan bagaimana jarak emosional yang dibiarkan tumbuh diam‑diam bisa menjadi luka tersendiri bagi anak. Film tersebut mengangkat berbagai aspek hubungan keluarga dengan pendekatan yang hangat dan reflektif terhadap dinamika orang tua‑anak.
Dalam kehidupan sehari‑hari, jarak emosional juga tercermin dari minimnya keterlibatan ayah dalam momen penting anak, termasuk pendidikan mereka. Karena itu, berbagai inisiatif seperti kampanye ayah yang ambil rapor terus digaungkan sebagai pengingat bahwa kehadiran ayah bukan hanya soal menyediakan kebutuhan materi, tetapi juga keterlibatan aktif dalam proses tumbuh kembang anak.
2. Tidak Tinggal Serumah
Ayah yang bekerja jauh atau merantau dalam waktu lama sering kali tidak tinggal serumah dengan anak, sehingga keterpisahan fisik yang berkepanjangan membuat relasi ayah dan anak terasa jauh dan kurang intim, meskipun komunikasi tetap berjalan melalui teknologi.
3. Ada Secara Fisik, Tidak Terlibat Secara Emosional
Ayah mungkin hadir di rumah, tetapi tidak benar‑benar terlibat dalam kehidupan anak sehari‑hari. Interaksi terbatas dan komunikasi minim membuat keterlibatan emosional tidak terbangun, sehingga anak tetap merasakan ketidakhadiran figur ayah di sisi emosional.
4. Peran Ayah Terbatas pada Pencari Nafkah
Dalam pola keluarga yang masih memisahkan peran secara kaku, ayah diposisikan semata sebagai pencari nafkah. Ketika peran ini tidak diimbangi dengan keterlibatan emosional dan pengasuhan, anak tetap berisiko tumbuh dalam kondisi fatherless meskipun ayah hadir secara formal dalam keluarga.