Pernahkah Anda merasa si Kecil justru menutup telinga saat kita mulai memberikan nasihat panjang lebar? Sutradara Upie Guava sangat memahami hal ini dan percaya bahwa pada dasarnya anak-anak tidak suka jika merasa sedang digurui. Itulah sebabnya, film Pelangi di Mars memilih pendekatan yang jauh lebih halus dan menyentuh, yaitu membiarkan pesan moral bergerak secara organik melalui pengalaman nyata yang dialami oleh tokoh utamanya.
Di tengah petualangan melintasi lanskap Mars yang asing, isu krusial seperti krisis lingkungan, khususnya masalah air bersih di Bumi, hadir sebagai latar belakang misi yang sangat kuat. Sepanjang durasi film, anak-anak tidak hanya diajak menonton, tetapi perlahan-lahan diajak memahami peran penting mereka dalam menghadapi situasi yang ada di depan mata.
Melalui genre fiksi ilmiah, film ini berhasil menjadi medium yang efektif untuk mengajak si Kecil melihat dunia dari sudut pandang yang jauh lebih luas. Alih-alih mendapatkan "ceramah" tentang lingkungan, mereka justru belajar berempati dan peduli melalui cerita yang mampu masuk ke dalam ruang imajinasi mereka dengan cara yang menyenangkan.