Ide Stimulasi

Latih Empati Anak Maksimal: 7 Ide Main yang Bikin Si Kecil Jadi Lebih Peka & Peduli

Ditulis oleh: Dini Wulansari Diterbitkan pada 5 December 2025
Review olehChristina Holmes
Bacaan 4 menit

Setiap orang tua tentu mendambakan anak yang memiliki empati mendalam terhadap lingkungan dan orang lain. Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan, pikiran, serta pengalaman orang lain secara mendalam. Ini bukanlah sifat bawaan, melainkan keterampilan penting yang dapat dikembangkan melalui latihan dan berbagai pengalaman yang menyenangkan.

Melatih empati sejak dini sangat penting, karena empati dapat membantu anak memahami perasaan orang lain, menjadi lebih peduli, dan mengelola emosi negatif. Empati juga menyangkut keseimbangan psikologis dan kecerdasan emosional anak.

Sebagai orang dewasa, memahami bahwa empati berkembang melalui pengalaman adalah kunci. Aktivitas sehari-hari dapat menjadi "kesempatan emas" untuk memperkuat karakter anak , sebab anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan. Dengan melibatkan anak dalam situasi yang membutuhkan kepekaan terhadap perasaan orang lain, orang tua dapat perlahan mengajaknya berdiskusi ringan tentang perasaan tanpa tekanan.

Berikut adalah 7 aktivitas seru yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan empati anak:

image.alt

Bermain Peran (Role Play)

Bermain peran adalah cara sederhana namun sangat efektif untuk mengenalkan anak pada berbagai emosi dan situasi.

Ide Aktivitas:

  • Menjadi peran dokter yang menenangkan pasien.
  • Menjadi teman yang menghibur temannya bersedih.
  • Menjadi orang tua yang mendampingi anaknya ketakutan.

Manfaat: Anak belajar memosisikan diri sebagai orang lain, merasakan situasi, dan mencari respons yang tepat. Bermain peran juga mengembangkan komunikasi anak dengan belajar menyampaikan perhatian dan respon dengan cara yang lebih halus dan pengertian. Selain itu, aktivitas ini membantu mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak.

image.alt

Membacakan Buku Cerita yang Mengandung Pesan Moral

Cerita dapat membantu anak untuk mudah memahami perasaan orang lain.

Ide Aktivitas:

  • Membaca buku cerita dengan penuh ekspresi.
  • Setelah selesai, ajukan pertanyaan, misalnya: “Menurut kamu, bagaimana perasaan karakter A?”

Manfaat: Anak akan mengenali emosi dan memikirkan solusi yang empatik. Proses bertanya ini menanamkan kebiasaan refleksi. Ketika anak menceritakan pendapatnya, orang tua dapat memberikan validasi agar anak merasa didengar dan dihargai.

image.alt

Bermain Tebak Ekspresi (Emotion Card)

Membuat kartu ekspresi sangat mudah dilakukan bersama anak.

Ide Aktivitas:

  • Tampilkan wajah dengan ekspresi senang, sedih, takut, marah, dan bingung.
  • Anak dapat menebak ekspresi apa yang sedang diberikan.

Manfaat: Membangun kemampuan anak untuk memahami perasaan orang lain. Permainan ini juga membantu anak mengenali bahwa setiap perasaan itu wajar, sehingga anak menjadi lebih nyaman saat berhadapan dengan emosinya sendiri maupun orang lain.

image.alt

Mengajak Anak untuk Merawat Hewan / Tanaman

Merawat makhluk hidup dapat membantu anak memahami pentingnya memerhatikan kebutuhan pihak lain.

Ide Aktivitas:

  • Menyiram tanaman setiap hari.
  • Mengganti air minum hewan setiap hari.
  • Membersihkan kandang atau pot pada tanaman.

Manfaat: Anak dapat belajar tanggung jawab, perhatian, dan kepedulian terhadap makhluk lain. Ketika anak melihat makhluk hidup tumbuh karena perawatannya, hal itu dapat menumbuhkan rasa bangga dan pemahaman bahwa kebaikan kecil dapat memberikan dampak yang besar.

image.alt

Melakukan Aksi Berbagi Donasi

Jadikan momen berbagi sebagai kegiatan yang menyenangkan.

Ide Aktivitas:

  • Mengajak anak memilih mainan atau baju yang masih bagus untuk didonasikan.
  • Menceritakan kepada anak bahwa barang ini akan diberikan agar dapat membuat anak lain lebih bahagia.
  • Ajak anak mengantar donasi tersebut.

Manfaat: Anak memahami bahwa kebahagiaan tidak hanya tentang menerima, tetapi juga memberi. Dengan terlibat langsung, anak belajar melihat bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda dan berbagi adalah sebuah empati dalam bentuk nyata.

image.alt

Bermain Listening Game

Empati tumbuh bukan hanya dengan menebak perasaan, tetapi juga dengan mendengarkan.

Ide Aktivitas:

  • Bercerita selama 1-2 menit, dan yang mendengarkan harus mengulang inti dari ceritanya.

Manfaat: Dapat membuat anak terbiasa memberikan perhatian penuh saat orang lain berbicara. Kegiatan ini juga mengajarkan anak untuk menahan diri, tidak memotong pembicaraan, serta memahami sebelum merespons.

image.alt

Memberikan Contoh Nyata

Kegiatan sederhana di rumah bisa menjadi kebiasaan empati untuk anak. Keteladanan orang tua adalah cara yang paling kuat menanamkan empati, karena anak meniru apa yang dia lihat, bukan apa yang dia dengar.

Contoh Aksi Nyata:

  • Menanyakan kabar anak atau keluarga terdekat ketika sakit : “Kamu sakit apa?” “Yang mana yang sakit?”
  • Menawarkan bantuan pada orang terdekat : “Ada yang perlu dibantu?”
  • Mengucapkan terima kasih atau meminta maaf dengan tulus : “Terima kasih ya sudah bantu mama,” atau “Maafin mama ya tadi mama sudah marah.”

Manfaat: Konsistensi pada tindakan kecil yang dilakukan setiap hari dapat menumbuhkan empati anak terhadap orang lain. Anak akan belajar bahwa empati tidak selalu berupa tindakan besar, melainkan perhatian kecil yang dilakukan terus-menerus.

Mengajarkan empati bukan tentang memberi ceramah panjang, tetapi menyediakan pengalaman nyata yang membuat anak terbiasa memahami dan peduli pada orang lain. Aktivitas yang menyenangkan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang hangat, penuh perhatian, dan berhubungan baik dengan orang sekitar. Dengan pendekatan yang konsisten, sabar, dan menyenangkan, anak akan tumbuh menjadi seseorang yang membangun hubungan positif dan bertanggung jawab secara emosional.

Detail isi artikel

  • Bermain Peran (Role Play)
  • Membacakan Buku Cerita yang Mengandung Pesan Moral
  • Bermain Tebak Ekspresi (Emotion Card)
  • Mengajak Anak untuk Merawat Hewan / Tanaman
  • Melakukan Aksi Berbagi Donasi
  • Bermain Listening Game
  • Memberikan Contoh Nyata

Artikel Terkait

Film Suka Duka Tawa, Kisah Keluarga yang Menyentuh Realita Hubungan Ayah, Ibu, dan Anak

4 Tips Liburan Bersama Anak yang Lebih Menyenangkan dan Minim Drama

Bukan Galak, Inilah Gaya Parenting Paling Efektif Menurut Psikolog Ratih Ibrahim

Artikel Lainnya

Inspirasi Liburan

Film Suka Duka Tawa, Kisah Keluarga yang Menyentuh Realita Hubungan Ayah, Ibu, dan Anak

Inspirasi Liburan

4 Tips Liburan Bersama Anak yang Lebih Menyenangkan dan Minim Drama

Tanya Ahli

Bukan Galak, Inilah Gaya Parenting Paling Efektif Menurut Psikolog Ratih Ibrahim

Tanya Ahli

Breaking The Cycle: Cara Menyembuhkan Inner Child untuk Pola Asuh yang Lebih Baik

Tanya Ahli

Keracunan MBG: Bagaimana Panduan Mempersiapkan Menu Bergizi bagi Anak?

Rekomendasi

Review Buku: I Am Me Series – Teman Anak dalam Proses Tumbuh Kembang

Inspirasi Liburan

5 Tips Membawa Anak ke Bioskop untuk Pertama Kalinya

Ide Stimulasi

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Otak Anak Makin Cerdas