Tanya Ahli

Breaking The Cycle: Cara Menyembuhkan Inner Child untuk Pola Asuh yang Lebih Baik

Ditulis oleh: Christina Holmes Diterbitkan pada 24 November 2025
Bacaan 3 menit

Dalam episode spesial The Parentstory Podcast yang direkam di Perpustakaan Jakarta, host Ankatama berbincang hangat dengan Caca Tengker, public figure yang juga psikolog klinis dari Amanasa, serta Ayunda Wardhani, ibu 3 orang anak, membahas topik penting mengenai Breaking The Cycle: Peran orang tua yang menghadapi perbedaan generasi dalam mengasuh anak.

Menjadi orang tua hari ini bukan sekadar melanjutkan apa yang diterima dari generasi sebelumnya. Di momen ini, muncul kesadaran kritis, yaitu pola asuh seperti apa dari masa lalu yang akan diteruskan, dan mana yang harus dihentikan atau diubah untuk anak?

Generasi anak-anak saat ini tumbuh dengan tantangan yang berbeda, seperti teknologi, media sosial, dan kesadaran kesehatan mental. Hal yang mungkin tidak diperhatikan sedetail itu oleh generasi orang tua terdahulu.

Caca Tengker mendefinisikan breaking the cycle secara literal sebagai memberhentikan siklus pola asuh yang berpotensi melukai anak. Namun, esensi yang lebih dalam adalah tentang mengasuh diri sendiri sebelum kita mengasuh anak.

"Tanpa kita bisa mengasuh diri kita, rasanya sulit juga kita mau memberhentikan siklus yang membuat kita tidak nyaman," ujar Caca. Ia menambahkan bahwa ini bukan semata-mata tidak ingin melakukan apa yang dulu tidak didapatkan, tetapi lebih kepada mengasuh diri sebagaimana kita berharap dulu diasuh. Caca mengakui bahwa merespons anak seringkali memicu kembali pengalaman masa kecil, membuatnya berpikir, "Hah? Kok caraku sama kayak mamaku?". Anak adalah guru besar bagi orang tua, dan melalui interaksi inilah orang tua belajar.

Ayunda Wardhani, yang dibesarkan oleh generasi baby boomers, tumbuh dengan nilai-nilai disiplin, kerja keras, dan standar tinggi. Meskipun nilai-nilai tersebut dilanjutkan, Ayunda dan suami bersepakat untuk mengubah tujuan parenting mereka. Mereka tidak lagi bertujuan membuat anak menjadi sempurna , melainkan menjadi orang tua yang hadir secara sadar (being present) di setiap tahap pertumbuhan anak dan merespons sesuai kebutuhan individu.

Dalam hal komunikasi, Ayunda merasakan adanya perbedaan yang signifikan. Jika dulu larangan dijawab "tidak, titik," tanpa ruang untuk bernegosiasi , kini komunikasi harus dua arah. Ayunda, yang juga membesarkan anak kembar, sangat menghindari pola "membanding-bandingkan" (sibling rivalry) yang pernah ia rasakan di masa kecil.

Ayunda dan suami kini memberikan ruang negosiasi, khususnya bagi anak-anak Gen Z mereka yang lebih kritis dan akan selalu bertanya, "Kenapa?". Selama alasan anak logis, mereka bersedia berdiskusi dan mencari solusi.

Caca Tengker berbagi pengalamannya menghadapi dilema sebagai seorang psikolog: teori yang sudah dipelajari mendalam versus realita parenting yang tidak terduga. Ia menyadari bahwa terlalu berpegang teguh pada teori justru membuatnya merasa selalu kurang dan salah. Kini, Caca berpegang teguh pada prinsip koneksi sebelum koreksi (connection before correction). Ketika anaknya mengeluh tentang aturan, Caca mengawali dengan memvalidasi perasaannya: "Iya sih Mbak, ibu waktu kecil juga kesel...". Caca menegaskan, anak boleh merasa kesal atau tidak suka, namun aturan tetaplah aturan. Pendekatan ini membuat para ibu ini memperlakukan anak-anak mereka seperti teman, tetapi tetap dengan batasan dan ketegasan yang hakiki. Hal ini membawa Caca pada kesimpulan penting: anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Anak membutuhkan orang tua yang mengajarkan bagaimana menjadi manusia-manusia yang penuh kesalahan, namun berusaha memperbaikinya (repair).

Breaking the cycle bukanlah berarti sama sekali menolak apa yang diajarkan orang tua. Sebaliknya, ini adalah proses mengambil hal-hal baik (take the goods) dan menyesuaikannya dengan cara yang paling cocok, karena orang tua yang paling tahu kebutuhan keluarga inti mereka.

Ingin tahu lebih banyak kiat serta cerita lengkap dari Caca Tengker dan Ayunda Wardhani? Cari tahu solusi mereka dalam menghadapi tantangan pola asuh antargenerasi, serta cara membangun komunikasi positif dalam keluarga.

Tonton episode lengkap The Parentstory Podcast tentang Breaking The Cycle di kanal YouTube Parentstory!

Video Poster

Sumber Video : Breaking The Cycle: Peran Orang Tua untuk Generasi yang Berbeda

Artikel Lainnya

Inspirasi Liburan

Film Suka Duka Tawa, Kisah Keluarga yang Menyentuh Realita Hubungan Ayah, Ibu, dan Anak

Inspirasi Liburan

4 Tips Liburan Bersama Anak yang Lebih Menyenangkan dan Minim Drama

Ide Stimulasi

Latih Empati Anak Maksimal: 7 Ide Main yang Bikin Si Kecil Jadi Lebih Peka & Peduli

Tanya Ahli

Bukan Galak, Inilah Gaya Parenting Paling Efektif Menurut Psikolog Ratih Ibrahim

Tanya Ahli

Keracunan MBG: Bagaimana Panduan Mempersiapkan Menu Bergizi bagi Anak?

Rekomendasi

Review Buku: I Am Me Series – Teman Anak dalam Proses Tumbuh Kembang

Inspirasi Liburan

5 Tips Membawa Anak ke Bioskop untuk Pertama Kalinya

Ide Stimulasi

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Otak Anak Makin Cerdas