1. Rencanakan Perjalanan dengan Matang
Memilih destinasi ramah anak menjadi langkah awal yang penting. Utamakan tempat yang tidak terlalu padat agar anak tidak mudah mengalami stimulasi berlebihan dan Parents lebih leluasa mengawasi. Pastikan pula tersedia fasilitas kesehatan seperti klinik, apotek, atau rumah sakit terdekat untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Faktor cuaca juga tak kalah krusial. Destinasi yang terlalu panas, terlalu dingin, atau sedang mengalami curah hujan tinggi dapat membuat anak cepat lelah dan rentan sakit. Pilih lokasi dengan cuaca relatif stabil serta menyediakan aktivitas ramah anak, seperti taman bermain, museum interaktif, kebun binatang, atau area luar ruang yang nyaman.
Akses transportasi sebaiknya menjadi bahan pertimbangan berikutnya. Perjalanan yang terlalu panjang atau rute yang rumit kerap memicu anak menjadi rewel, terutama jika ini merupakan pengalaman pertama mereka bepergian jauh. Lokasi yang mudah dijangkau akan membuat perjalanan terasa lebih ringan.
Untuk mengurangi risiko tak terduga, luangkan waktu melakukan riset sederhana mengenai jarak antardestinasi, pilihan tempat makan, fasilitas umum, hingga ulasan dari keluarga lain. Jika Parents ingin lebih praktis, menggunakan jasa tour agency dapat menjadi solusi agar liburan tersusun rapi tanpa perlu mengurus detail kecil satu per satu. Perencanaan yang matang akan menjadi fondasi liburan yang lebih tenang dan menyenangkan.
2. Siapkan Aktivitas Selama Perjalanan
Perjalanan panjang, baik menggunakan pesawat, kereta api, maupun mobil, sering kali menjadi tantangan tersendiri. Anak mudah merasa bosan dan gelisah jika tidak memiliki aktivitas yang menarik.
Parents dapat membawa mainan favorit, buku interaktif, atau gawai berisi konten edukatif untuk menemani anak selama perjalanan. Jangan lupa menyiapkan camilan sehat kesukaan si kecil untuk mengisi waktu di antara jam makan. Camilan ini kerap menjadi penolong saat anak mulai rewel.
Sebelum perjalanan dimulai, ajak anak melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berlari kecil di ruang tunggu atau bermain sejenak. Kebutuhan gerak yang terpenuhi akan membantu anak lebih tenang saat harus duduk lama. Jika memungkinkan, pilih jadwal perjalanan yang bertepatan dengan jam tidur anak. Membawa barang yang familiar, seperti bantal, selimut, atau boneka kesayangan, juga dapat membantu anak merasa aman dan nyaman. Untuk perjalanan udara, Parents dapat menyiapkan earmuff guna meredam suara mesin pesawat.
3. Bawa P3K dan Perlengkapan Darurat
Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) merupakan perlengkapan wajib saat bepergian bersama anak. Setidaknya, Parents membawa termometer, obat penurun panas, obat diare ringan, plester, antiseptik, serta salep gigitan serangga dalam wadah yang mudah dijangkau. Anak bisa saja tiba-tiba demam, terjatuh, atau merasa tidak enak badan akibat perubahan cuaca.
Selain obat-obatan, baju ganti ekstra untuk anak dan orang tua juga penting untuk dibawa. Anak dapat muntah atau menumpahkan makanan kapan saja. Dengan perlengkapan darurat yang memadai, Parents dapat menghadapi situasi tak terduga dengan lebih tenang tanpa harus mengorbankan suasana liburan.
4. Pertahankan Rutinitas Anak
Sebisa mungkin, pertahankan rutinitas anak seperti di rumah, terutama jadwal makan dan tidur. Anak yang cukup istirahat dan tidak lapar cenderung lebih tenang, tidak mudah tantrum, dan mampu menikmati berbagai aktivitas selama liburan.
Itinerari juga sebaiknya dibuat lebih fleksibel. Sisakan waktu untuk jeda, makan lebih lama, atau sekadar bermain bebas di sekitar penginapan. Ritme yang santai membantu anak tetap nyaman dan membuat Parents dapat menikmati liburan tanpa tekanan.