Tanya Ahli

Bukan Galak, Inilah Gaya Parenting Paling Efektif Menurut Psikolog Ratih Ibrahim

Ditulis oleh: Christina Holmes Diterbitkan pada 4 December 2025
Bacaan 4 menit

“There is no such thing as a perfect parent, so just be a real one.”

Kalimat dari Sue Atkins ini menjadi pembuka yang mengingatkan kita bahwa perjalanan menjadi orang tua adalah proses panjang penuh pembelajaran. Kadang kita merasa harus tegas agar anak disiplin, kadang pula kita takut anak sedih dan akhirnya menuruti semua keinginannya. Padahal, di antara dua sisi itu, ada cara pengasuhan yang jauh lebih seimbang, hangat, dan efektif.

Dalam webinar Parentstory Circle yang berlangsung pada Minggu, 13 Oktober 2025, bersama Ratih Ibrahim, CEO dan Founder Personal Growth sekaligus Psikolog Klinis Senior, terungkap bahwa kemandirian anak tidak dibentuk oleh ketegasan berlebihan atau kelembutan tanpa batas. Kemandirian justru tumbuh dari pola asuh yang penuh kasih, tetapi tetap memiliki struktur yang jelas. Itulah yang disebut gaya pengasuhan authoritative parenting.

Kemandirian bukan sekadar tentang anak bisa makan sendiri atau membereskan mainan tanpa disuruh. Lebih dari itu, kemandirian adalah kemampuan anak untuk memahami emosinya, menenangkan diri ketika kecewa, serta belajar bertanggung jawab terhadap pilihan yang ia buat.

Anak yang mandiri biasanya fleksibel menghadapi perubahan, mampu mengenali perasaannya, tidak bergantung pada pujian, dan berani mencoba hal baru. Seperti disampaikan Ratih, “Kemandirian mempersiapkan anak untuk menghadapi berbagai tanggung jawab dan tantangan hidup di masa depan.”

Peran Orang Tua Sebagai Rumah Aman

Anak tidak akan belajar mandiri tanpa merasa aman. Itulah sebabnya orang tua memiliki peran penting sebagai rumah yang aman dan nyaman. Di dalam rumah itu, anak bebas mengekspresikan diri, bertanya, mencoba, bahkan gagal.

Ratih mengingatkan pentingnya lima nilai dasar dalam pengasuhan, yaitu Kasih, Konsekuen, Konsisten, Kompak, dan Kompromi. Kelima nilai ini menjaga keseimbangan antara cinta dan batasan. Dengan menerapkannya, orang tua tidak hanya mengajarkan kepatuhan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab dari dalam diri anak.

image.alt

Empat Gaya Pengasuhan yang Umum Ditemui

Dalam dunia psikologi, dikenal empat gaya pengasuhan yang membentuk cara anak berperilaku dan berinteraksi dengan lingkungannya.

  1. Authoritative : Orang tua hangat, dekat, dan disiplin. Komunikasi dua arah, dan disiplin digunakan untuk membimbing, bukan menghukum.
  2. Authoritarian : Orang tua kaku dan penuh kontrol. Komunikasi satu arah, dengan sedikit ruang bagi anak untuk berpendapat.
  3. Permissive : Orang tua penuh kasih tetapi tanpa batas yang jelas. Anak bebas menentukan perilaku sendiri dan sering kali kurang disiplin.
  4. Neglectful : Orang tua memenuhi kebutuhan fisik dasar, tetapi kurang kehangatan dan panduan emosional.

Dari keempatnya, penelitian menunjukkan bahwa gaya authoritative paling efektif dalam membentuk anak yang percaya diri, empatik, dan mampu mengatur diri dengan baik.

Gaya pengasuhan authoritative adalah perpaduan antara struktur dan empati. Orang tua menetapkan aturan yang jelas, namun tetap membuka ruang bagi anak untuk berpendapat, berdiskusi, dan belajar dari konsekuensi tindakannya.

Dalam praktiknya, orang tua yang menerapkan gaya ini menetapkan batasan yang tegas, tetapi juga memahami sudut pandang anak. Mereka tidak hanya menegur ketika anak salah, tetapi juga membantu anak memahami alasannya. Pendekatan ini melatih anak untuk berpikir kritis dan belajar mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Tips Praktis Menerapkan Authoritative Parenting

Ada beberapa cara sederhana untuk mulai menerapkannya di rumah.

Pertama, buat kesepakatan tentang aturan, batasan, dan konsekuensi bersama anak.

Kedua, apresiasi anak tanpa menjadikan pujian sebagai alat agar mereka patuh.

Ketiga, jadilah contoh nyata yang empatik dan terbuka.

Keempat, luangkan waktu berkualitas bersama anak, baik melalui obrolan mendalam maupun kegiatan yang menyenangkan.

Terakhir, berikan ruang bagi anak untuk mencoba dan belajar dari pengalaman, bahkan dari kesalahan.

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh authoritative akan tumbuh lebih percaya diri, tangguh menghadapi perubahan, dan memiliki kemampuan sosial yang baik. Mereka mampu mengatur emosi, bertanggung jawab atas tindakan, serta lebih siap menghadapi kehidupan dengan pikiran terbuka dan hati yang hangat.

Gaya pengasuhan ini membantu anak merasa dicintai sekaligus dihargai. Mereka belajar bahwa setiap kebebasan selalu datang bersama tanggung jawab.

Tidak ada rumus pasti untuk menjadi orang tua yang sempurna, tetapi ada banyak cara untuk menjadi orang tua yang sadar dan hangat. Seperti yang disampaikan Ratih Ibrahim, “Orang tua adalah rumah aman bagi anak.”

Melalui gaya pengasuhan yang seimbang antara cinta dan disiplin, rumah itu akan menjadi tempat anak belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan bahagia.

Artikel Lainnya

Inspirasi Liburan

Film Suka Duka Tawa, Kisah Keluarga yang Menyentuh Realita Hubungan Ayah, Ibu, dan Anak

Inspirasi Liburan

4 Tips Liburan Bersama Anak yang Lebih Menyenangkan dan Minim Drama

Ide Stimulasi

Latih Empati Anak Maksimal: 7 Ide Main yang Bikin Si Kecil Jadi Lebih Peka & Peduli

Tanya Ahli

Breaking The Cycle: Cara Menyembuhkan Inner Child untuk Pola Asuh yang Lebih Baik

Tanya Ahli

Keracunan MBG: Bagaimana Panduan Mempersiapkan Menu Bergizi bagi Anak?

Rekomendasi

Review Buku: I Am Me Series – Teman Anak dalam Proses Tumbuh Kembang

Inspirasi Liburan

5 Tips Membawa Anak ke Bioskop untuk Pertama Kalinya

Ide Stimulasi

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Otak Anak Makin Cerdas