Saat anak mengalami infeksi saluran pernapasan, perawatan di rumah memegang peran penting. Pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup dan asupan nutrisi tetap terjaga, meskipun nafsu makannya menurun.
Terkait obat, dr. Fanny mengingatkan, “Antibiotik hanya diberikan jika terdapat indikasi infeksi bakteri. Pada infeksi virus, antibiotik tidak diperlukan karena dapat menyebabkan resistensi.” Nebulisasi dapat membantu jika anak mengalami napas berat, tetapi sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter.
Sementara itu, pencegahan infeksi saluran pernapasan pada anak dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan tangan, memastikan asupan gizi seimbang, dan menciptakan lingkungan rumah yang bebas asap rokok. Namun, salah satu langkah pencegahan yang sangat penting dan sering ditanyakan orang tua adalah vaksinasi.
Vaksinasi pada anak idealnya dilakukan sesuai dengan jadwal imunisasi yang direkomendasikan sejak bayi, karena sistem kekebalan tubuh anak perlu dibangun secara bertahap. Beberapa vaksin memiliki peran langsung dalam mencegah infeksi saluran pernapasan atau menurunkan risiko infeksi berat.
Dr. Fanny menjelaskan bahwa imunisasi bukan hanya melindungi anak dari tertular penyakit, tetapi juga membantu meringankan gejala jika anak tetap terinfeksi. “Vaksinasi membantu tubuh anak mengenali kuman lebih cepat sehingga risiko infeksi berat, termasuk yang mengenai paru, dapat ditekan,” jelasnya.
Secara umum, vaksin yang berkaitan erat dengan infeksi saluran pernapasan antara lain:
- Vaksin dasar bayi, seperti DPT dan Hib, yang diberikan sejak usia dua bulan untuk melindungi dari penyakit infeksi serius yang dapat menyerang saluran napas.
- Vaksin pneumokokus (PCV), yang dianjurkan sejak usia bayi untuk mencegah pneumonia dan infeksi paru berat.
- Vaksin influenza, yang dapat diberikan mulai usia enam bulan dan perlu diulang setiap tahun, terutama pada anak yang sering sakit atau memiliki faktor risiko tertentu.
Jika anak belum menerima vaksin sesuai jadwal, orang tua tidak perlu langsung cemas. Vaksinasi tetap dapat dilakukan melalui program imunisasi kejar sesuai anjuran dokter. Konsultasi dengan dokter anak atau dokter spesialis akan membantu menentukan jadwal yang paling sesuai dengan kondisi dan usia anak.
Dengan vaksinasi yang tepat waktu dan lingkungan yang sehat, risiko infeksi saluran pernapasan pada anak dapat ditekan secara signifikan, sekaligus memberikan rasa aman yang lebih besar bagi orang tua.
Melihat anak sakit memang tidak pernah mudah. Namun, orang tua tidak perlu langsung panik. “Tetap tenang, amati kondisi anak, dan jangan ragu membawa anak ke dokter jika muncul tanda bahaya seperti demam yang tidak turun, anak tidak mau makan, atau sesak napas,” pesan dr. Fanny menutup perbincangan.