Kanak-kanak

Cara Membujuk Anak Agar Mau Makan Sayur

Ditulis oleh: Christina Holmes Diterbitkan pada 11 November 2025
Bacaan 4 menit

Memiliki anak yang tumbuh optimal adalah keinginan semua orang tua. Dan salah satu syarat agar pertumbuhan anak optimal adalah memastikan mereka mendapat asupan nutrisi yang lengkap. Karena itu, proses makan menjadi kunci utama agar tubuh anak mendapat pasokan nutrisi terbaik.


Tapi, berapa banyakkah diantara para orang tua yang tahu kalau proses makan juga menjadi proses anak belajar tentang rasa dan tekstur makanan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan pengulangan terhadap rasa dan makanan sangat perlu dilakukan agar anak beradaptasi terhadap apa yang dikonsumsinya. Bahkan terkadang diperlukan sekitar 5-10 kali pemberian 1 jenis makanan atau rasa agar anak mendapatkan batas toleransi yang bisa diterima.

Mengapa anak-anak tidak suka sayur?

Di antara beberapa jenis makanan, sering kali anak kesulitan untuk menyukai sayur. Dan ini ternyata ada hubungannya dengan respon alami manusia yang terekam dalam DNA. Menurut Russel Keast, Profesor Ilmu Sensorik dan Makanan serta Direktur Centre for Advanced Sensory Science Deakin University, ketidaksukaan anak pada sayur adalah respon peringatan tubuh untuk waspada.


Keast lalu menjelaskan, rasa dominan dari sayuran adalah pahit dan rasa ini sering kali dikaitkan sebagai tanda bahaya. “Proses evolusi yang didahului oleh para nenek moyang kita yang berburu mewariskan ingatan bahwa rasa pahit berpotensi menciderai tubuh. Memori ini kemudian tersimpan dalam sistem DNA yang kemudian mengidentifikasi makanan atau minuman dengan kandungan rasa pahit sebaiknya tidak dimakan.” Tak hanya warisan rasa pahit, Keast menyebutkan, kecenderungan manusia untuk menyukai rasa manis juga karena nenek moyang kita mencari makanan manis dan gurih untuk bertahan hidup.


8 Cara Membujuk Anak Agar Mau Makan Sayur

Oleh karena itu, perlu cara khusus membujuk anak agar mau makan sayur. Dan inilah 8 caranya:

1. Awali dengan porsi kecil

Ingat bahwa makan adalah proses belajar untuk anak. “Jadi kenalkanlah dengan porsi-porsi kecil. Yang penting anak mengenali dulu rasa dan teksturnya,” ucap Chitra Annisya, M.Psi., Psikolog Tumbuh Kembang Anak dari Tiga Generasi ini.  

2. Orang tua harus menyontohkan makan sayur

“Anak belajar sangat cepat dari apa yang dia lihat. Jadi orang tua harus menyontohkan makan sayur dengan ekspresi wajah yang begitu menikmati makanannya,” saran Chitra yang ditemui saat peluncuran Puregrow Organic beberapa waktu lalu. Dengan begitu anak akan semakin penasaran untuk mencoba sayuran yang diberikan padanya. “Atau terkadang anak akan ambil langsung dari piring ayah atau ibunya, biarkan saja yang penting dia sudah mau mencoba.”

3. Kenalkan manfaat sayur melalui buku cerita

Orang tua juga bisa memberi tahu manfaat dari makan sayur melalui buku cerita. Misalnya memilih tokoh cerita yang jadi lebih sehat dan kuat ketika makan sayur. “Ini akan jadi cara implisit untuk memotivasi anak agar mau makan sayur,” pungkas Chitra.

4. Sajikan sayur dengan tampilan yang menarik

Anak akan penasaran dengan tampilan yang lebih berwarna-warni. Jadi berikan sedikit warna merah dengan tambahan potongan tomat agar hidangan sayur terlihat semakin menggiurkan.

5. Sembunyikan sayuran dalam makanan favorit anak

Campurkan sayuran seperti wortel atau brokoli pada perkedel, telur dadar atau nugget ayam yang cenderung lebih disukai anak. Trik ini terbilang efektif karena rasa pahit yang dominan pada sayur bisa tereliminasi dari campuran bahan lainnya dan anak pun tidak akan menolak untuk menikmatinya.

6. Jangan lupa puji anak ketika menghabiskan sayurnya

Berikan pujian tiap kali anak berhasil menghabiskan sayurnya. Dengan begitu ia tidak akan keberatan untuk makan sayur kembali.

image.alt

7. Gunakan sayur sebagai media belajar

Beragam penelitian menunjukkan anak-anak yang menggunakan sayur sebagai media bermainnya ternyata menjadi lebih mudah ketika diminta untuk makan sayur. Biarkan anak bermain-main dengan sayur yang sudah dimasak. Ini adalah bagian dari stimulasi multi sensori karena ada proses mengenali warna serta menggenggam untuk kemampuan motoriknya. Bonusnya dia akan penasaran untuk mencoba rasanya dengan memasukkan ke mulut. Alhasil, anak tidak akan melihat sayur sebagai benda asing lagi.

8. Konsisten memberikan sayur pada anak

Karena makan adalah bagian dari proses belajar, jadi jangan langsung menyerah jika pada perkenalan pertama anak langsung melepeh sayur yang Anda berikan. Kenalkan terus dan amati tekstur serta rasa seperti apa yang memenuhi batas toleransinya. Jangan lupa untuk menjadikan kebiasaan makan sayur ini sebagai proses belajar yang menyenangkan.

Detail isi artikel

  • Mengapa anak-anak tidak suka sayur?
  • 8 Cara Membujuk Anak Agar Mau Makan Sayur
  • 1. Awali dengan porsi kecil
  • 2. Orang tua harus menyontohkan makan sayur
  • 3. Kenalkan manfaat sayur melalui buku cerita
  • 4. Sajikan sayur dengan tampilan yang menarik
  • 5. Sembunyikan sayuran dalam makanan favorit anak
  • 6. Jangan lupa puji anak ketika menghabiskan sayurnya
  • 7. Gunakan sayur sebagai media belajar
  • 8. Konsisten memberikan sayur pada anak

Artikel Terkait

Waspada "Super Flu" pada Si Kecil: Apa Itu dan Bagaimana Cara Melindungi Keluarga?

Fenomena Fatherless dan Realita Yatim Pasif: Ketika Ayah Ada, Namun Tak Hadir Sepenuhnya

Pubertas pada Anak Laki Laki dan Perempuan: Panduan Lengkap untuk Orang Tua Anak Usia SD

Artikel Lainnya

Kanak-kanak

Waspada "Super Flu" pada Si Kecil: Apa Itu dan Bagaimana Cara Melindungi Keluarga?

Kanak-kanak

Fenomena Fatherless dan Realita Yatim Pasif: Ketika Ayah Ada, Namun Tak Hadir Sepenuhnya

Remaja

Pubertas pada Anak Laki Laki dan Perempuan: Panduan Lengkap untuk Orang Tua Anak Usia SD

Kanak-kanak

Influenza A pada Anak dan Keluarga Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kanak-kanak

Tips Kembali Sekolah Setelah Liburan Tanpa Drama

Kanak-kanak

Tips Praktis untuk Orang Tua: Cara Mengajak Anak Membuat Resolusi Tahun Baru

Balita

Anak Sering Batuk dan Pilek? Kenali Infeksi Saluran Pernapasan pada Anak.

Kanak-kanak

Pneumonia pada Anak: Cara Mengenali Gejala dan Mencegahnya Sejak Dini