Sebagai orang tua, salah satu naluri terdalam kita adalah ingin selalu menjaga anak-anak agar tetap aman dan bahagia. Namun, belakangan ini banyak dari kita yang merasa tersentuh sekaligus khawatir saat menyimak diskusi hangat di media sosial mengenai buku Broken Strings. Melalui karya yang jujur ini, aktris Aurelie Moeremans dengan berani membuka ruang bagi kita untuk belajar dari masa lalunya yang kelam, sebuah perjalanan tentang bagaimana seorang remaja bisa terjebak dalam lingkaran manipulasi oleh orang dewasa yang seharusnya menjadi pelindung.
Topik ini menjadi semakin emosional bagi para orang tua karena mengungkap fakta pahit tentang child grooming yang bisa berujung pada pernikahan di usia yang sangat muda. Seringkali, muncul pertanyaan penuh kebingungan di benak kita: "Kenapa korban tidak segera bercerita?" atau "Mengapa mereka tampak sulit untuk melepaskan diri?" Sebelum kita cepat menghakimi, mari kita mencoba mengerti dari kacamata yang lebih lembut dan ilmiah. Berikut adalah penjelasan mendalam melalui unggahan Instagram Anastasia Satriyo, M.Psi., Psikolog Anak & Remaja, yang membantu kita memahami mekanisme otak dan batin seorang anak saat berada dalam situasi yang serba sulit tersebut.








