Melihat si Kecil pulang sekolah dan berantusias bercerita tentang sahabat barunya tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Namun, seiring bertambahnya usia anak dan meluasnya pergaulan mereka, muncul satu kekhawatiran baru, yaitu bagaimana jika anak terjebak dalam pertemanan yang tidak sehat (unhealthy friendship)?
Di era sekarang, masalah circle pertemanan bukan hanya milik orang dewasa. Anak-anak dan remaja pun sering kali terjebak dalam dinamika toxic friendship karena belum sepenuhnya memahami mana teman yang benar-benar peduli dan mana yang hanya memanfaatkan.
Tugas Anda bukanlah menjadi sosok yang menyeleksi satu per satu teman anak, melainkan membekali mereka dengan kemampuan mendengarkan kata hati agar anak peka dan bisa menyaring lingkaran pertemanannya sendiri. Yuk, simak cara membimbing anak menghadapi unhealthy friendship!







