Bayi

Kiat agar Anak dan Hewan Peliharaan Dapat Hidup Bersama dengan Harmonis

Ditulis oleh: Christina Holmes Diterbitkan pada 29 September 2026
Bacaan 3 menit

Jika Anda memiliki hewan peliharaan di rumah, tentu kehadiran sang buah hati menjadi satu hal yang harus Anda pertimbangkan, agar keduanya dapat hidup harmonis bersama-sama. Jika peliharaan Anda adalah ikan atau hamster, atau burung yang tidak berkeliaran di sekitar rumah, seharusnya tidak menjadi masalah. Namun jika hewan Anda adalah tipe territorial seperti anjing atau kucing, maka ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan, baik pada sang anak maupun hewan peliharaan. Simaklah beberapa trik di bawah ini!

Lakukan persiapan sebelum sang bayi lahir

Semenjak bayi masih dalam kandungan, lakukan beberapa perubahan untuk mempersiapkan peliharaan Anda akan perubahan yang mungkin muncul. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Kurangi perlahan waktu yang Anda habiskan dengan peliharaan sebelum sang anak lahir. Ini akan membantu peliharaan Anda untuk menyesuaikan diri dengan waktu yang nantinya akan berkurang.
  • Jika hewan peliharaan sangat dekat dengan calon, maka anggota keluarga lain harus mulai membangun hubungan dengan hewan tersebut.
  • Latih hewan untuk tidak agresif dan lebih tenang.
  • Jika memungkinkan, nyalakan suara-suara seperti tangisan bayi, bouncer atau monitor bayi agar bayi terbiasa dengan suara-suara baru. 
image.alt

Perkenalkan keduanya perlahan-lahan

Baik bayi maupun hewan harus berkenalan dan membiasakan diri dengan satu sama lain. Seringnya, peliharaan melihat rumah Anda sebagai teritori mereka. Karena itu, akan butuh beberapa waktu sebelum mereka dapat membiasakan diri dengan keberadaan makhluk baru. Yang dapat Anda lakukan, biarkan hewan peliharaan Anda untuk mengenali aroma anak dengan memberikan selimutnya untuk dicium. Jika peliharaan Anda telah merasa nyaman, barulah ajak sang anak untuk bertemu dengannya secara langsung.

Ajarkan memperlakukan binatang dengan benar

Ketika anak beranjak dewasa, ajari ia untuk memperlakukan hewan peliharaan dengan benar. Apabila terlihat anak hendak melakukan tindakan anarkis seperti memukul, menggigit, atau menginjak, peringati ia untuk tidak melakukannya dan ajarkan bagaimana perlakuan yang benar. Contoh, jika anak memukul anjing, ambil tangan mereka dan tunjukkan bagaimana mengelus bulu mereka dengan lembut agar anak terlatih. Mungkin anak bermaksud ingin bermain namun tidak mengerti cara melakukannya. Karena itu, di sini peran Anda penting untuk mengajarkannya. Selain itu, ajak anak untuk ikut serta memberikan makanan pada hewan peliharaan. Agar, peliharaan dapat menandai anak sebagai salah satu anggota keluarga yang menyayanginya.

Latih dan pastikan peliharaan Anda sehat

Pastikan binatang peliharaan Anda terlatih untuk buang air kecil dan buang air besar pada tempat dan waktu yang sama setiap harinya. Selain itu, bawalah peliharaan ke dokter hewan untuk divaksin, digunting kukunya serta dibasmi kutunya. Binatang yang sehat adalah binatang yang aman. Dengan demikian, Anda juga akan merasa lebih aman ketika peliharaan bersama dengan bayi.

Jangan pernah tinggalkan tanpa pengawasan

Walaupun binatang peliharaan Anda tidak agresif dan selalu bersikap baik setiap saat, jangan pernah tinggal kan anak dan hewan berdua saja tanpa pengawasan. Karena, butuh waktu cukup lama sebelum seorang bayi bisa mengerti cara untuk mengatasi hewan peliharaan. Maka, pastikan selalu anak ikut dengan Anda ketika Anda meninggalkan ruangan.

Terakhir, jangan paksakan hubungan antara anak dengan hewan peliharaan Anda. Jika mereka tidak dapat akrab atau memutuskan untuk saling mengabaikan, tidak masalah. Biarkan kedekatan tumbuh dengan sendirinya antara bayi dan hewan peliharaan Anda. Namun, tidak perlu khawatir. Sudah banyak cerita inspirasional bayi dan hewan peliharaan dapat hidup harmonis bersama. 

Detail isi artikel

  • Lakukan persiapan sebelum sang bayi lahir
  • Perkenalkan keduanya perlahan-lahan
  • Ajarkan memperlakukan binatang dengan benar
  • Latih dan pastikan peliharaan Anda sehat
  • Jangan pernah tinggalkan tanpa pengawasan

Artikel Terkait

Jangan Asal Beri Oseltamivir! Berikut Penjelasan IDAI!

Harus Bagaimana Bila si Kecil Menjadi Pelaku Bullying?

Kenali Perbedaan Batuk Pilek Biasa dan Influenza A pada Anak

Artikel Lainnya

Kanak-kanak

Jangan Asal Beri Oseltamivir! Berikut Penjelasan IDAI!

Remaja

Harus Bagaimana Bila si Kecil Menjadi Pelaku Bullying?

Kanak-kanak

Kenali Perbedaan Batuk Pilek Biasa dan Influenza A pada Anak

Remaja

Mengajarkan Anak Memahami Mindfulness yang Benar

Bayi

Kiat Menghadapi Tamu yang Berkunjung Setelah Anda Melahirkan

Bayi

Mitos vs Fakta Kontrasepsi yang Wajib Orang Tua Tahu

Balita

Panduan Siaga Abu Vulkanik untuk Orang Tua dengan Anak Berisiko Tinggi

Balita

Tips Menjemur Baju Saat Hujan Abu Vulkanik agar Bebas Apek dan Debu