Jika Anda memiliki hewan peliharaan di rumah, tentu kehadiran sang buah hati menjadi satu hal yang harus Anda pertimbangkan, agar keduanya dapat hidup harmonis bersama-sama. Jika peliharaan Anda adalah ikan atau hamster, atau burung yang tidak berkeliaran di sekitar rumah, seharusnya tidak menjadi masalah. Namun jika hewan Anda adalah tipe territorial seperti anjing atau kucing, maka ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan, baik pada sang anak maupun hewan peliharaan. Simaklah beberapa trik di bawah ini!
Kiat agar Anak dan Hewan Peliharaan Dapat Hidup Bersama dengan Harmonis
Lakukan persiapan sebelum sang bayi lahir
Semenjak bayi masih dalam kandungan, lakukan beberapa perubahan untuk mempersiapkan peliharaan Anda akan perubahan yang mungkin muncul. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan:
- Kurangi perlahan waktu yang Anda habiskan dengan peliharaan sebelum sang anak lahir. Ini akan membantu peliharaan Anda untuk menyesuaikan diri dengan waktu yang nantinya akan berkurang.
- Jika hewan peliharaan sangat dekat dengan calon, maka anggota keluarga lain harus mulai membangun hubungan dengan hewan tersebut.
- Latih hewan untuk tidak agresif dan lebih tenang.
- Jika memungkinkan, nyalakan suara-suara seperti tangisan bayi, bouncer atau monitor bayi agar bayi terbiasa dengan suara-suara baru.

Perkenalkan keduanya perlahan-lahan
Baik bayi maupun hewan harus berkenalan dan membiasakan diri dengan satu sama lain. Seringnya, peliharaan melihat rumah Anda sebagai teritori mereka. Karena itu, akan butuh beberapa waktu sebelum mereka dapat membiasakan diri dengan keberadaan makhluk baru. Yang dapat Anda lakukan, biarkan hewan peliharaan Anda untuk mengenali aroma anak dengan memberikan selimutnya untuk dicium. Jika peliharaan Anda telah merasa nyaman, barulah ajak sang anak untuk bertemu dengannya secara langsung.
Ajarkan memperlakukan binatang dengan benar
Ketika anak beranjak dewasa, ajari ia untuk memperlakukan hewan peliharaan dengan benar. Apabila terlihat anak hendak melakukan tindakan anarkis seperti memukul, menggigit, atau menginjak, peringati ia untuk tidak melakukannya dan ajarkan bagaimana perlakuan yang benar. Contoh, jika anak memukul anjing, ambil tangan mereka dan tunjukkan bagaimana mengelus bulu mereka dengan lembut agar anak terlatih. Mungkin anak bermaksud ingin bermain namun tidak mengerti cara melakukannya. Karena itu, di sini peran Anda penting untuk mengajarkannya. Selain itu, ajak anak untuk ikut serta memberikan makanan pada hewan peliharaan. Agar, peliharaan dapat menandai anak sebagai salah satu anggota keluarga yang menyayanginya.
Latih dan pastikan peliharaan Anda sehat
Pastikan binatang peliharaan Anda terlatih untuk buang air kecil dan buang air besar pada tempat dan waktu yang sama setiap harinya. Selain itu, bawalah peliharaan ke dokter hewan untuk divaksin, digunting kukunya serta dibasmi kutunya. Binatang yang sehat adalah binatang yang aman. Dengan demikian, Anda juga akan merasa lebih aman ketika peliharaan bersama dengan bayi.
Jangan pernah tinggalkan tanpa pengawasan
Walaupun binatang peliharaan Anda tidak agresif dan selalu bersikap baik setiap saat, jangan pernah tinggal kan anak dan hewan berdua saja tanpa pengawasan. Karena, butuh waktu cukup lama sebelum seorang bayi bisa mengerti cara untuk mengatasi hewan peliharaan. Maka, pastikan selalu anak ikut dengan Anda ketika Anda meninggalkan ruangan.
Terakhir, jangan paksakan hubungan antara anak dengan hewan peliharaan Anda. Jika mereka tidak dapat akrab atau memutuskan untuk saling mengabaikan, tidak masalah. Biarkan kedekatan tumbuh dengan sendirinya antara bayi dan hewan peliharaan Anda. Namun, tidak perlu khawatir. Sudah banyak cerita inspirasional bayi dan hewan peliharaan dapat hidup harmonis bersama.
Detail isi artikel
- Lakukan persiapan sebelum sang bayi lahir
- Perkenalkan keduanya perlahan-lahan
- Ajarkan memperlakukan binatang dengan benar
- Latih dan pastikan peliharaan Anda sehat
- Jangan pernah tinggalkan tanpa pengawasan
Artikel Lainnya

Kanak-kanak
Jangan Asal Beri Oseltamivir! Berikut Penjelasan IDAI!

Remaja
Harus Bagaimana Bila si Kecil Menjadi Pelaku Bullying?

Kanak-kanak
Kenali Perbedaan Batuk Pilek Biasa dan Influenza A pada Anak

Remaja
Mengajarkan Anak Memahami Mindfulness yang Benar

Bayi
Kiat Menghadapi Tamu yang Berkunjung Setelah Anda Melahirkan

Bayi
Mitos vs Fakta Kontrasepsi yang Wajib Orang Tua Tahu

Balita
Panduan Siaga Abu Vulkanik untuk Orang Tua dengan Anak Berisiko Tinggi

Balita
Tips Menjemur Baju Saat Hujan Abu Vulkanik agar Bebas Apek dan Debu