Remaja

Harus Bagaimana Bila si Kecil Menjadi Pelaku Bullying?

Ditulis oleh: Christina Holmes Diterbitkan pada 2 October 2026
Bacaan 4 menit

Sebagai orang tua, tidak ada yang lebih mengejutkan dan meresahkan Anda dibanding mengetahui bahwa anak Anda menjadi pelaku perundungan (bullying) di sekolah. Anda mungkin akan langsung berpikir, “Tidak mungkin! Itu bukan anak saya, pasti ada kesalahan”, ketika mendapat kabar tersebut dari sekolah. Terkadang, orang tua mungkin berpikir pula bahwa mungkin si kecil hanya sedikit menggoda temannya dan ini sebenarnya bukan masalah. Agar lebih memahami perilaku bullying, mari luangkan waktu sejenak untuk mengenali tindakan apa yang bisa disebut bullying.

Organisasi PACER’s National Bullying Prevention Center (PACER’s NBPC) di Amerika Serikat, menjelaskan, ada beberapa ciri bullying, yaitu:

  • Seseorang yang menyakiti atau melukai orang lain dengan kata-kata atau perilaku.
  • Dilakukan dengan sengaja dan terjadi lebih dari satu kali.
  • Orang yang di-bully sulit untuk menghentikannya.
  • Anak-anak yang melakukannya memiliki lebih banyak ‘kekuatan’. Misalnya, lebih tua, lebih besar, lebih kuat, lebih populer, atau ada sekelompok anak yang mengeroyok seseorang.
  • Ketika seseorang membuat anak lain merasa buruk tentang dirinya sendiri, baik secara emosional maupun fisik, itu dianggap bullying.

Anak Perlu Bertanggung Jawab Atas Tindakannya

Menurut Sherri Gordon, pakar bullying terkemuka di Amerika Serikat dan penulis hampir 20 buku untuk anak pra-remaja dan remaja, ada berbagai alasan mengapa anak mem-bully anak lainnya. Pada tulisan Sherri di situs verywellfamily.com, ia menjelaskan, bahwa terkadang perundungan adalah hasil dari tekanan teman sebaya atau anak merasa memiliki hak untuk melakukannya. Di waktu lain, perundungan merupakan reaksi karena sebelumnya telah menjadi korban perundungan. Kadang-kadang, perilaku mem-bully juga bisa diakibatkan oleh ketidakmampuan anak untuk mengendalikan emosi atau mengelola rasa marah.

Terlepas dari alasan di balik perilaku si kecil, Anda harus mendisiplinkan anak Anda karena telah berperilaku tidak baik. Sherri menjelaskan, bagaimanapun, perilaku bully tidak akan berakhir kecuali anak Anda bertanggung jawab atas tindakannya, mengakui kesalahannya, dan belajar bagaimana mengubah perilakunya. Berikut ini adalah 4 cara untuk mengatasi anak Anda yang telah mem-bully anak lain dan agar tidak mengulanginya lagi, dari Rebecca Michelsen, M.Ed., MCHES (pakar pendidikan di Amerika Serikat) dan Sherri Gordon.

#1 Bicarakan Dengan Anak

Rebecca menyarankan, hal pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah membicarakan dengan anak tentang kejadian itu dan dengarkan cerita ini dari sisinya sebagai pelaku. Setelah Anda memahami cerita dari sisi anak, bantu ia memahami bagaimana perasaannya jika seseorang melakukan hal yang sama padanya. Bantu anak Anda mengingat bahwa setiap orang memiliki perasaan, dan perasaan seseorang itu penting. Ajarkan empati, rasa menghargai, dan kasih sayang. Jika si Kecil mencoba untuk menyalahkan orang lain, ingatkan ia bahwa Anda tidak tertarik mendengar tentang peran anak-anak lain dalam topik perundungan ini, hanya peran anak yang Anda pedulikan. Cari tahu apa alasan anak mem-bully anak lain. Anak-anak tidak selalu menyadari bahwa perilaku mereka dianggap sebagai perundungan dan mereka mungkin melihatnya sebagai: ‘hanya bersenang-senang atau bercanda’. Bantu anak untuk memahami apa sebenarnya perundungan itu dan dampaknya pada anak lain. Tekankan bahwa perilaku perundungan adalah perilaku yang buruk.

#2 Berikan Konsekuensi Yang Logis

Menurut Sherri, konsekuensi untuk anak harus sesuai dengan perbuatan buruk yang telah ia lakukan. Contohnya, bila anak Anda menggunakan laptop atau ponselnya untuk melakukan cyberbully pada orang lain, maka konsekuensi logisnya adalah hilangnya hak ia menggunakan laptop dan ponsel tersebut. Jika anak Anda menggunakan ‘statusnya’ di kelompok cheerleader untuk mem-bully orang lain karena ia merupakan bagian dari suatu kelompok, maka ia harus kehilangan status itu untuk jangka waktu tertentu. Anda bisa tidak mengizinkannya menghabiskan waktu dengan teman-teman yang berpartisipasi dalam kasus perundungan ini. Ingatlah bahwa setiap kasus bullying berbeda-beda dan konsekuensinya pun akan berbeda pula.

#3 Jadilah Panutan Yang Baik

Perilaku perundungan adalah sesuatu yang dipelajari anak. Sebagai orang tua, Anda harus ingat untuk menjadi role model yang baik untuk anak, terutama saat menyelesaikan konflik dan menangani perasaan Anda, seperti amarah, rasa tidak aman atau frustrasi.

#4 Ajari Anak Belajar Mengontrol Emosi

Perhatikan detail perundungan yang dilakukan anak Anda. Apakah ada keterampilan yang kurang dimiliki si kecil, yang dapat mencegah insiden bullying kelak, seperti manajemen kemarahan dan kontrol emosi? Atau, apakah si kecil mem-bully untuk mendapatkan perhatian? Jika demikian, ini bisa menjadi soal kepercayaan dirinya. Bantu anak Anda melihat kelebihan dari dirinya dan bicarakan apa yang dikatakan teman-temannya pada dirinya. Bantu pula anak Anda untuk memiliki hubungan pertemanan yang sehat.

Detail isi artikel

  • Anak Perlu Bertanggung Jawab Atas Tindakannya
  • #1 Bicarakan Dengan Anak
  • #2 Berikan Konsekuensi Yang Logis
  • #3 Jadilah Panutan Yang Baik
  • #4 Ajari Anak Belajar Mengontrol Emosi

Artikel Terkait

Jangan Asal Beri Oseltamivir! Berikut Penjelasan IDAI!

Kiat agar Anak dan Hewan Peliharaan Dapat Hidup Bersama dengan Harmonis

Kenali Perbedaan Batuk Pilek Biasa dan Influenza A pada Anak

Artikel Lainnya

Kanak-kanak

Jangan Asal Beri Oseltamivir! Berikut Penjelasan IDAI!

Bayi

Kiat agar Anak dan Hewan Peliharaan Dapat Hidup Bersama dengan Harmonis

Kanak-kanak

Kenali Perbedaan Batuk Pilek Biasa dan Influenza A pada Anak

Remaja

Mengajarkan Anak Memahami Mindfulness yang Benar

Bayi

Kiat Menghadapi Tamu yang Berkunjung Setelah Anda Melahirkan

Bayi

Mitos vs Fakta Kontrasepsi yang Wajib Orang Tua Tahu

Balita

Panduan Siaga Abu Vulkanik untuk Orang Tua dengan Anak Berisiko Tinggi

Balita

Tips Menjemur Baju Saat Hujan Abu Vulkanik agar Bebas Apek dan Debu