Mitos paling persisten di dunia pengasuhan adalah anggapan bahwa karena menyusui itu proses alami, maka otomatis akan berjalan lancar. Kenyataannya? Bagi banyak ibu baru, perjalanan menyusui di hari-hari awal sering kali diwarnai oleh rasa cemas, puting lecet, hingga derai air mata. Di sinilah konselor laktasi hadir, bukan sebagai penilai, melainkan sebagai co-pilot yang siap membantu orang tua bernavigasi melewati dinamika menyusui.
Secara resmi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar ibu mendapatkan minimal 6 (enam) kali kontak konseling laktasi sejak masa kehamilan hingga masa menyusui, serta kunjungan tambahan sesuai kebutuhan. Keenam alur kunjungan ideal tersebut mencakup:
- 1x Pada Trimester Ketiga (Masa Antenatal, minggu ke-32 hingga 36): Persiapan mental, edukasi pelekatan, dan evaluasi anatomi.
- 1x Segera Setelah Persalinan: Saat Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di rumah sakit/klinik.
- 1x Pada Hari Ke-3 (48–72 jam pascalahir): Evaluasi awal pelekatan dan penanganan breast engorgement (payudara bengkak).
- 1x Pada Hari Ke-7 hingga Ke-14: Memastikan bayi kembali ke berat lahirnya dan pola menyusu efektif.
- 1x Pada Minggu Ke-6: Evaluasi pertumbuhan bayi dan persiapan masa transisi.
- 1x Pada Usia 6 Bulan: Persiapan masa pendampingan MPASI dan strategi melanjutkan ASI hingga 2 tahun.
Menghubungi profesional bukanlah tanda kegagalan, melainkan langkah proaktif demi kesehatan fisik ibu dan tumbuh kembang si Kecil.







