Trimester 1

6 Cara Memberitahu Atasan Mengenai Kehamilan

Ditulis oleh: Christina Holmes Diterbitkan pada 17 June 2026
Bacaan 3 menit

Selain memberitahu keluarga dan teman-teman mengenai kehamilan Anda, tentu Anda juga harus menyiarkan kabar ini pada atasan serta kolega Anda di kantor. Namun, yang terpenting, Anda harus memberitahu atasan, agar dapat menanggulangi segala urusan kantor ke depannya. Simak beberapa kiat berikut agar pengumuman kehamilan Anda dapat diterima dengan baik.

1. Carilah waktu yang tepat

Beberapa ibu memiliki kondisi yang berbeda mengenai kapan berita kehamilannya akan ia ceritakan pada atasan. Kebanyakan ibu menunggu hingga melewati trimester pertama karena rahim dan kandungan sudah berada dalam posisi stabil setelah usia 3 bulan. Namun demikian, beberapa ibu menunjukkan gejala-gejala kehamilan yang begitu terlihat seperti morning sickness yang parah atau sering mengantuk pada jam kerja. Jika demikian, akan lebih bijak apabila Anda segera memberitahu atasan agar tidak terjadi spekulasi yang tidak Anda inginkan.

Selain itu, pertimbangkan juga jenis pekerjaan yang Anda lakukan. Apabila pekerjaan Anda melibatkan banyak bepergian atau aktivitas fisik, yang dapat membuat kandungan dalam posisi rentan, segera beritahu atasan untuk mendapatkan pengaturan yang lebih baik. Dan terakhir, pandai-pandailah membaca waktu dan suasana hati atasan Anda. Beritahukan kabar ini di waktu yang tepat agar sang atasan pun dapat menerimanya dengan sukacita.

2. Beritahu atasan terlebih dahulu

Walaupun Anda sangat dekat dengan para kolega, beritahukan atasan Anda terlebih dahulu mengenai berita ini. Dengan demikian, Anda dapat melihat reaksinya langsung. Anda pun dapat mengira seperti apa perasaan atasan mengenai kehamilan Anda. Selain itu, akan jauh lebih baik apabila atasan mendengar dari Anda sendiri berita tersebut, daripada menduga-duga melalui isu yang beredar, atau bahkan diberitahu oleh kolega Anda!

3. Ceritakan dengan profesional

Walaupun berita ini bersifat personal, Anda tetap harus menceritakannya secara profesional. Tidak perlu bertele-tele atau terlalu mengulur cerita. Ceritakan dengan singkat, padat dan jelas. Kemudian, hindari terlalu emosional saat berbicara dengan atasan. Walaupun Anda memiliki kedekatan dengan sang atasan, ingatlah bahwa yang Anda bicarakan merupakan situasi pekerjaan. Dan terakhir, selalu beritahu secara langsung dan tidak lewat chat atau telepon. Jika Anda gugup, tenangkan diri Anda terlebih dahulu dan bila perlu, latihlah percakapan ini sebelumnya.

4. Buat rencana

Sebelum memberitahu atasan Anda, ketahuilah kebijakan mengenai kehamilan karyawan dalam perusahaan Anda. Kemudian pertimbangkan waktu-waktu Anda akan mengambil cuti hamil dan korelasikan langsung dengan pekerjaan yang akan ada pada saat itu. Apabila pekerjaan Anda tidak memungkinkan untuk dilakukan pada saat hamil, pikirkan juga mengenai karyawan substitusi untuk pekerjaan Anda saat ini hingga saat Anda cuti. Dan satu lagi, pikirkan rencana Anda saat setelah memiliki Anak. Jika Anda sudah mempertimbangkan semua kondisi yang ada, Anda akan lebih percaya diri saat berbicara dengan sang atasan.

5. Pilihlah kata dengan bijak

Saat berbicara dengan atasan, pilihlah kata-kata yang positif, tidak bertele-tele, singkat dan efektif. Mungkin terlihat sepele, namun pemilihan kata yang tepat akan menciptakan kesan yang tepat pula. Yang paling penting, tidak perlu meminta maaf atas keadaan Anda. Kehamilan adalah satu hal positif yang harus dirayakan dan dapat terjadi pada semua orang. Jadi tidak perlu meminta maaf akan hal tersebut.

6. Beri tahu kondisi Anda

Anda harus jujur tentang kondisi yang akan dipengaruhi oleh kehamilan ini. Jika Anda berniat untuk tinggal di rumah setelah si bayi lahir dan tidak kembali bekerja, Anda harus segera menginformasikan hal tersebut pada atasan Anda. Dengan demikian, sang bos pun dapat segera mengatur perpindahan tugas atau mengangkat karyawan baru. Namun jika Anda tetap akan bekerja, beri tahu atasan bahwa Anda berkomitmen untuk menjalani peran baru sebagai ibu bekerja dengan profesional.

Detail isi artikel

  • 1. Carilah waktu yang tepat
  • 2. Beritahu atasan terlebih dahulu
  • 3. Ceritakan dengan profesional
  • 4. Buat rencana
  • 5. Pilihlah kata dengan bijak
  • 6. Beri tahu kondisi Anda

Artikel Terkait

Bumil Harus Tahu: Jadwal Pemeriksaan USG yang Tak Boleh Dilewatkan!

May the 4th Be With You: Inspirasi Nama Bayi Ikonik dari Galaksi Star Wars untuk Buah Hati Anda

Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Cara Baru Lindungi si Kecil Sejak dalam Kandungan

Artikel Lainnya

Trimester 1

Bumil Harus Tahu: Jadwal Pemeriksaan USG yang Tak Boleh Dilewatkan!

Ide Nama Bayi

May the 4th Be With You: Inspirasi Nama Bayi Ikonik dari Galaksi Star Wars untuk Buah Hati Anda

Trimester 3

Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Cara Baru Lindungi si Kecil Sejak dalam Kandungan

Trimester 3

7 Cara Unik Memajang Foto USG Si Kecil yang Estetik

Trimester 3

Kenali Doula dan Manfaatnya dalam Persalinan Ibu

Ide Nama Bayi

30 Nama Anak Bayi Perempuan yang Tren di Masa Kini: Modern, Manis, dan Penuh Arti

Ide Nama Bayi

30 Nama Anak Bayi Laki-laki yang Tren di Masa Kini: Keren, Modern, dan Sarat Makna

toksoplasma pada ibu hamil

Kehamilan Beresiko

Toksoplasma pada Ibu Hamil. Ini Yang Wajib Diketahui!