Sebagian besar orang tua merasa tugas imunisasi telah tuntas begitu anak melewati usia dua tahun. Buku catatan kesehatan anak tersimpan rapi di lemari, dan fokus pengasuhan beralih sepenuhnya pada nutrisi serta pendidikan formal. Padahal, memasuki gerbang sekolah dasar, anak mulai terpapar lingkungan sosial yang jauh lebih luas dengan dinamika penularan penyakit yang lebih kompleks.
Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan bahwa perlindungan kesehatan anak membutuhkan imunisasi lanjutan. Melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang terintegrasi secara nasional, anak-anak usia sekolah dasar mendapatkan dosis penguat untuk memperpanjang durasi proteksi terhadap berbagai infeksi berbahaya.








