Kanak-kanak

Belajar dari Mak dalam Film Na Willa: Memilih Sekolah yang Memanusiakan Anak

Ditulis oleh: Christina Holmes Diterbitkan pada 27 March 2026
Bacaan 3 menit

Siapa yang tidak jatuh cinta dengan sosok Na Willa? Gadis kecil berambut pendek ciptaan Reda Gaudiamo ini mengingatkan kita bahwa dunia anak-anak adalah tentang rasa ingin tahu yang jujur, keberanian bertanya, dan petualangan sederhana di halaman rumah.

Bagi para orang tua yang sedang bimbang memilih sekolah, kisah Na Willa memberikan perspektif yang menyegarkan. Terkadang, kita terlalu fokus pada fasilitas gedung atau kurikulum internasional, padahal yang paling dibutuhkan anak adalah tempat di mana mereka bisa menjadi "Na Willa" yang autentik.

Berikut adalah tips memilih sekolah yang terinspirasi dari Mak serta semangat dan kepolosan Na Willa:

image.alt

1. Ekosistem yang Menghargai Karakter

Dalam bukunya, Na Willa tumbuh dikelilingi orang-orang yang benar-benar mendengarkan celotehnya. Pilihlah sekolah yang guru-gurunya memiliki kesabaran untuk menjawab setiap "Mengapa?" dari si Kecil. Sekolah bukan sekadar pabrik nilai, tapi tempat yang menghargai keunikan tiap anak, baik mereka yang pendiam maupun yang aktif bereksplorasi.

2. Ruang Terbuka untuk Bereksplorasi

Na Willa sangat lekat dengan lingkungan sekitarnya. Saat melakukan school visit, perhatikan apakah sekolah tersebut memberikan ruang bagi anak untuk bergerak bebas. Lingkungan yang terlalu 'dingin' dan 'steril' atau terlalu tertutup terkadang justru membatasi imajinasi alami anak.

3. Pelajaran dari Percakapan Na Willa

Salah satu kekuatan cerita Na Willa adalah bagaimana ia tetap dibiarkan menjadi anak kecil yang penuh tanya. Ada satu dialog sederhana antara Na Willa dan Mak yang sangat membekas:

Na Willa:"Mak, kenapa pohon itu tinggi?"

Mak:"Supaya dia bisa melihat awan lebih dekat."

Na Willa:"Kalau aku mau lihat awan, aku harus jadi pohon dulu?"

Mak:"Tidak usah. Kamu cukup jadi Na Willa yang senang bertanya."

Dialog ini mengingatkan kita bahwa sekolah yang tepat tidak akan memberikan jawaban 'mati' atas semua pertanyaan anak, melainkan membiarkan rasa ingin tahu itu tetap hidup.

image.alt

Prinsip hidup Na Willa ini sangat selaras dengan pesan penulis legendaris Roald Dahl. Ia pernah menekankan bahwa tugas besar orang tua dan pendidik adalah memastikan anak-anak tidak kehilangan 'binar' (sparkle) di mata mereka. Pilihlah sekolah yang tidak memadamkan rasa ingin tahu itu. Karena pada akhirnya, sekolah terbaik bukanlah yang paling mahal, melainkan yang paling mampu menjaga binar mata anak kita tetap menyala saat mereka melangkah keluar gerbang sekolah setiap harinya. Sebagai pengingat terakhir, sang penulis Reda Gaudiamo memberikan langkah praktis bagi kita dalam mengawal perjalanan sekolah anak, "Listen to your child. Observe them from time to time. Kalau mereka nggak happy, ambil langkah yang diperlukan. Jangan menunggu!"

Tugas kita bukan sekadar mencarikan sekolah, tapi memastikan bahwa di sana, mereka tetap bisa menjadi diri mereka sendiri, seperti dunia Na Willa yang penuh warna. Karena sekolah bukan sekadar tempat mengejar angka, melainkan ruang yang membentuk anak menjadi pribadi yang utuh, berempati, dan tetap memanusiakan sesamanya.

Artikel Lainnya

Bayi

Minggu Pertama Bersama Newborn: Hal yang Wajib Ibu Tahu di 7 Hari Pertama Bayi Baru Lahir

Balita

Milestone Bukanlah Perlombaan: Belajar Mencintai Tanpa Membandingkan Anak dengan Standar Orang Lain

Remaja

3 Tips Parenting dari Orang Tua Eileen Gu & Alysa Liu: Cara Membesarkan Anak Tangguh secara Mandiri

Bayi

Pentingnya Vitamin K: Apa Risikonya Jika Orang Tua Menolak?

Balita

Mau Mudik Tenang? Cek 3 Vaksin Wajib si Kecil Sebelum Lebaran!

Remaja

Kamus Gen Alpha / Gen Z: Panduan Survival Orang Tua Jelang Kumpul Lebaran

Kanak-kanak

"Sini Bunda Simpanin Dulu": Tabungan Anak atau Investasi Bodong Berkedok Uang Lebaran?

Kanak-kanak

Anak Ingin Belajar Berpuasa, Begini Panduan Nutrisinya