Balita

6 Tanda Anak Anda Siap Potty Training

Ditulis oleh: Christina Holmes Diterbitkan pada 15 May 2026
Bacaan 4 menit

Memasuki fase potty training atau melatih si Kecil menggunakan toilet sering kali memicu campuran perasaan bagi orang tua. Di satu sisi, ada rasa bersemangat karena si Kecil akan segera lepas dari popok, namun di sisi lain, ada juga rasa cemas membayangkan prosesnya yang menantang.

Banyak orang tua yang sering bertanya, "Kapan ya waktu yang tepat untuk memulainya? Apakah harus menunggu usia tertentu?"

Satu hal penting yang perlu dipahami adalah kesiapan potty training sebenarnya tidak melulu soal angka usia, melainkan tentang perkembangan individu si Kecil sendiri. Mengetahui tanda-tanda kesiapan ini akan membuat proses transisi berjalan lebih lancar, menyenangkan, dan minim stres bagi Anda dan anak.

Yuk, simak 6 tanda utama bahwa si Kecil sudah siap memulai potty training berikut ini!

1. Perkembangan Kemampuan Motorik Kasar yang Baik

Sebelum memulai, si Kecil harus memiliki kontrol fisik yang mumpuni. Coba perhatikan, apakah ia sudah bisa berjalan, berdiri, dan duduk sendiri dengan stabil? Kemampuan fisik dasar ini sangat krusial agar ia bisa pergi ke kamar mandi, menurunkan celananya, dan duduk di atas kloset atau potty chair secara mandiri dan aman. Jika si Kecil masih menyempurnakan kemampuan ini, jangan khawatir, Anda bisa membantunya berlatih secara bertahap.

2. Kemampuan Komunikasi yang Meningkat

Potty training membutuhkan komunikasi dua arah yang baik. Si Kecil tidak harus sudah mahir berbicara dengan kalimat yang panjang, tetapi ia perlu memahami instruksi sederhana (komunikasi reseptif) dan mampu menyampaikan kebutuhannya (komunikasi ekspresif). Selain kata-kata seperti "pipis" atau "pup", perhatikan juga kode non-verbal. Jika si Kecil menunjukkan gestur tubuh tertentu, ekspresi wajah, atau bahasa isyarat saat ingin buang air, itu merupakan sinyal kesiapan yang kuat.

3. Popok Tetap Kering Lebih Lama

Coba perhatikan frekuensi saat Anda mengganti popok si Kecil. Jika popoknya mulai sering kering dalam waktu yang lebih lama, biasanya minimal satu hingga dua jam, atau bahkan tetap kering setelah ia terbangun dari tidur siang atau tidur malam, ini menandakan bahwa kontrol kandung kemihnya mulai meningkat. Tubuhnya sudah mulai bisa menahan urine lebih lama, yang menjadi modal penting untuk kesuksesan potty training.

4. Pola Buang Air Besar (BAB) yang Teratur

Memiliki pola BAB yang teratur dan konsisten akan sangat memudahkan masa transisi ini. Jika Anda sudah bisa memprediksi kapan biasanya si Kecil akan BAB (misalnya setiap pagi setelah minum susu atau di sore hari), Anda bisa mengarahkannya ke kamar mandi secara perlahan pada waktu-waktu tersebut. Pola yang teratur ini menandakan kesiapan fisik dan pencernaannya yang semakin matang.

5. Suka Bersembunyi Saat Buang Air Besar (BAB)

Apakah si Kecil suka mojok di sudut ruangan yang sepi atau bersembunyi di balik gorden saat sedang BAB di popoknya? Perilaku ini sebenarnya adalah tanda yang sangat baik! Ini menunjukkan bahwa ia mulai menyadari dorongan di dalam tubuhnya (urge recognition) dan mendambakan privasi, sama seperti orang dewasa saat menggunakan toilet.

Tips: Saat tanda ini muncul, hindari penggunaan kalimat negatif seperti, "Ih, bau banget popoknya!" Sebaliknya, gunakan kalimat positif yang menormalkan proses biologis ini, misalnya, "Wah, si Kecil habis pup ya? Pasti perutnya sekarang terasa lebih lega dan nyaman." Penelitian menunjukkan bahwa menghindari kata-kata negatif seputar BAB dapat mempersingkat waktu proses potty training, lho!

6. Menunjukkan Ketertarikan pada Kamar Mandi

Apakah si Kecil suka membuntuti Anda ke kamar mandi? Apakah ia penasaran melihat apa yang orang tuanya lakukan, atau suka mencoba menekan tombol flush kloset? Rasa ingin tahu alami ini adalah motivator terbesar. Jadikan momen ini sebagai kesempatan belajar tanpa tekanan untuk mengenalkan fungsi dan kebiasaan di kamar mandi kepadanya.

image.alt

Mengenalkan Konsep Buang Air Tanpa Tekanan

Meskipun si Kecil belum menunjukkan semua tanda di atas secara jelas, Anda tetap bisa mengenalkan konsep potty training sejak dini. Caranya bukan langsung melepas popoknya, melainkan membiasakannya dengan lingkungan kamar mandi secara bebas stres.

Anda bisa membiarkannya duduk di atas potty chair dengan pakaian lengkap agar ia terbiasa dengan posisinya, membacakan buku cerita anak tentang toilet training, atau menjelaskan apa yang Anda lakukan saat menggunakan toilet. Tujuannya adalah membuat aktivitas ini terasa normal dan tidak menakutkan bagi si Kecil.

Ingatlah bahwa setiap anak itu unik dan memiliki linimasa perkembangannya masing-masing. Dekati fase milestone ini dengan penuh kesabaran, cinta, dan dorongan positif. Rayakan setiap keberhasilan kecil, dan jangan stres jika terjadi "kecelakaan" atau si Kecil mengompol, karena itu adalah bagian alami dari proses belajar mereka.

Mari nikmati proses tumbuh kembang ini bersama si Kecil tanpa perlu terburu-buru. Selamat mencoba!

Artikel Lainnya

Kanak-kanak

Panduan Membantu Anak Mengerjakan PR dan Tugas Sekolah

Pra-sekolah

Dari Merdeka hingga IB: Kenali 10 Jenis Kurikulum Sekolah yang Paling Cocok untuk Anak Anda

Kanak-kanak

Mengenal Hantavirus: Cara Menjaga Kebersihan Rumah agar si Kecil Aman

Balita

Ayah & Bunda Wajib Tahu! 5 Tips Memilih Daycare Terpercaya agar Si Kecil Tetap Aman

Bayi

Postpartum Retreat by Parentstory: Layanan Eksklusif untuk Pemulihan Fisik Ibu dan Perawatan Bayi

Bayi

Pekan Imunisasi Dunia: Panduan Lengkap Imunisasi Anak 2026

Remaja

Berhenti Bilang, "Namanya Juga Anak Laki-Laki": Ajarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Menghargai Wanita.

Bayi

Sunat Tanpa Drama: Mengenal 4 Jenis Sunat untuk si Kecil