Kanak-kanak

5 Tips Mendampingi Anak PJJ Tanpa Panik

Ditulis oleh: Christina Holmes Diterbitkan pada 7 September 2026
Bacaan 3 menit

Hari Senin, 7 September 2026 ini mungkin diawali dengan sedikit kejutan bagi keluarga Anda di rumah. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan baru saja menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berlaku mulai hari ini.

Keputusan ini diambil menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi telah mencapai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebagai langkah antisipasi demi menjaga kesehatan dan keselamatan, PJJ diberlakukan secara menyeluruh untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Mendengar kata "PJJ mendadak", mungkin sebagian dari Anda merasa cemas atau teringat kembali memori masa pandemi lalu. Namun, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, S.Pd, M.Pd, sudah menegaskan bahwa kita tidak perlu khawatir. PJJ kali ini bukan berarti kegiatan pendidikan terhenti, melainkan hanya pindah lokasi sementara.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” ujar Nahdiana.

Nah, agar proses belajar dari rumah kali ini berjalan mulus dan minim stres, baik bagi anak maupun Anda, berikut adalah panduan dan tips dari meja redaksi kami untuk mendampingi si Kecil selama masa PJJ kali ini.

image.alt

1. Tetap Tenang dan Berikan Pengertian yang Tepat pada Anak. Anak-anak sangat peka terhadap emosi orang tuanya. Jika Anda panik, mereka akan ikut cemas. Duduklah bersama anak dan jelaskan dengan bahasa yang sederhana mengapa mereka harus sekolah dari rumah hari ini. Beri tahu mereka tentang abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan cara yang tidak menakut-nakuti, melainkan sebagai alasan penting mengapa mereka harus berlindung di dalam rumah demi menjaga kesehatan pernapasan.

2. Pastikan Lingkungan Belajar Tertutup dan Aman dari Abu. Karena alasan PJJ kali ini adalah masalah kualitas udara akibat abu vulkanik, pastikan area belajar anak berada di dalam ruangan tertutup. Tutup rapat jendela dan ventilasi yang berpotensi menjadi celah masuknya abu. Jika Anda memiliki air purifier di rumah, ini adalah saat yang tepat untuk menyalakannya guna memastikan udara di ruang belajar si Kecil tetap bersih.

3. Buat Rutinitas Seperti Hari Sekolah Biasa. PJJ bukan berarti libur. Agar mood belajar anak tetap terjaga, pastikan mereka bangun di jam yang sama seperti saat akan berangkat ke sekolah. Minta mereka mandi, sarapan bergizi, dan mengenakan pakaian yang rapi (atau seragam, jika diwajibkan oleh sekolah). Jadwal yang terstruktur akan membantu otak anak mengenali bahwa ini adalah "waktu belajar", bukan "waktu bermain".

4. Dampingi sebagai Fasilitator, Bukan "Guru Pengganti". Salah satu jebakan terbesar saat mendampingi anak PJJ adalah orang tua yang mengambil alih tugas anak agar cepat selesai. Hindari hal ini, ya! Peran Anda di rumah adalah sebagai fasilitator yang memastikan koneksi internet lancar, perangkat siap digunakan, dan lingkungan kondusif. Biarkan anak mandiri mengikuti instruksi dari gurunya. Jika mereka kesulitan, bantulah dengan memancing logika mereka, bukan dengan memberikan jawaban akhir.

5. Sediakan Camilan Sehat dan Cegah Anak Bermain di Luar. Saat jam istirahat sekolah tiba, anak-anak biasanya cenderung ingin bermain keluar. Mengingat kondisi udara di luar sedang tidak bersahabat akibat abu vulkanik, siapkan alternatif hiburan di dalam rumah. Anda bisa menyiapkan camilan favorit mereka atau menyediakan permainan indoor sederhana selama jam istirahat agar mereka tidak merasa bosan menatap layar. Pastikan juga asupan air putih mereka tercukupi.

Perubahan jadwal mendadak memang kerap kali merepotkan, terutama bagi Anda yang juga harus Work From Home (WFH) atau tetap harus pergi ke kantor. Namun, ingatlah bahwa kebijakan ini adalah langkah mitigasi terbaik untuk melindungi anak-anak.

Mari tarik napas panjang, siapkan senyuman, dan jadikan momen PJJ ini sebagai waktu ekstra untuk mempererat ikatan bersama si Kecil. Jangan ragu untuk terus berkomunikasi dengan wali kelas jika ada kendala teknis maupun akademis selama PJJ berlangsung.

Semangat mendampingi si Kecil belajar, Parents!

Artikel Lainnya

Balita

Panduan Siaga Abu Vulkanik untuk Orang Tua dengan Anak Berisiko Tinggi

Balita

Tips Menjemur Baju Saat Hujan Abu Vulkanik agar Bebas Apek dan Debu

Remaja

Panduan IDAI: Cara Tepat Melindungi Anak dari Bahaya Paparan Abu Vulkanik

Bayi

Cek Kesehatan Pencernaan Anak Melalui Pup: Panduan Skala Bristol yang Wajib Dipahami Orang Tua

Kanak-kanak

Cara Cerdas Melatih Anak Merespon Ejekan Teman

Kanak-kanak

Mengenal Unhealthy Friendship: Tips Membantu Anak Pilih Circle Pertemanan yang Sehat

Tahapan Kebutuhan ASI pada Bayi

Bayi

Tahapan Kebutuhan ASI Bayi 0-2 Tahun

Bayi

Pejuang ASI: Panduan Menyusui Bayi Istimewa Anda