Dalam situs resminya, Dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA, dokter spesialis anak (DSA) terkemuka di ibukota, mengatakan bahwa setiap bayi memiliki pola menyusu yang berbeda. Namun, menurut DSA yang lebih akrab dikenal dengan Dr.Tiwi ini, karena ASI lebih mudah dicerna daripada susu formula, sehingga bayi ASI umumnya akan minum lebih sering. Memang tidak mudah untuk menentukan kebutuhan ASI setiap bayi karena pola menyusunya yang berbeda. Apalagi banyaknya ASI yang masuk ke mulut bayi juga tak dapat diukur jumlahnya. Tetapi, para pakar memberikan perkiraan kasar yang dibutuhkan bayi di tiap tahapan umurnya melalui durasi dan frekuensi si kecil saat menyusui. Berikut ini adalah panduan tahapan kebutuhan ASI untuk bayi berusia 0-2 tahun ini.
Tahapan Kebutuhan ASI Bayi 0-2 Tahun
Tahapan Kebutuhan ASI pada Bayi
Usia 0 Bulan
Selama 3 bulan pertama kehidupannya, ASI merupakan satu-satunya nutrisi yang diperlukan bayi. Menurut Mary L. Gavin, MD, DSA di Amerika Serikat yang menjadi anggota dari Children's Health System, pada hari-hari awal kehidupan, bayi akan menyusu sebanyak yang ia inginkan. Para pakar dan dokter, menyarankan ibu untuk menyusui newborn setiap 2 jam sekali. Berdasarkan penjelasan Dr. Tiwi di klinikdrtiwi.com, bayi baru lahir biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 10-20 menit di tiap payudara. Setelah menyusu pada satu payudara, bayi disendawakan sejenak, setelah itu berganti dengan payudara yang lain untuk lanjut menyusu.
Menurut penjelasan Mia Sutanto, SH, LL.M seorang konselor menyusui, di situs resmi AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia), pada hari-hari pertamanya, bayi hanya butuh minum ASI sebanyak 1-2 sendok teh kolostrum karena pada hari pertama, kapasitas lambungnya hanyalah sebesar 5-7 ml setiap kali minum. Pada hari ke-3, ukuran lambung bayi membesar menjadi seukuran bola bekel, atau seukuran kepalan tangannya. Sehingga, lambungnya dapat menampung sekitar 22-27 ml ASI. Di hari ke-7, lambung bertambah membesar seukuran bola pingpong, dan bayi mulai bisa minum 45-60 ml setiap kali menyusu. Hari ke-10, ukuran lambung bayi kurang lebih sama dengan telur ayam yang besar dan kapasitasnya bertambah menjadi sekitar 60-81 ml sekali minum.
Usia 2-6 Bulan
Pada bulan kedua, tiap kali menyusu bayi memerlukan sekitar 120-150 ml dan di akhir bulan ketiga, bayi membutuhkan kurang lebih 150-180 ml setiap kali menyusu. Jumlah ini akan bertambah terus hingga usianya 6 bulan. Untuk frekuensinya, di usia 0-6 bulan biasanya bayi akan menyusu antara 8-12 kali, sesuai rekomendasi AAP (American Academy Pediatrics). Tetapi, ada beberapa bayi yang durasi dan frekuensi menyusunya lebih dari ini, serta ada pula yang kurang dari patokan ini.
Usia 6-12 Bulan
Menurut Centers For Disease Control And Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat), pada usia ini, bayi akan menyusu sebanyak 5 hingga 6 kali sehari. Karena di tahapan usia ini bayi sudah mulai mengonsumsi MPASI (makanan pendamping ASI), jumlah dan frekuensi menyusunya pun dapat berkurang dari bulan-bulan sebelumnya. Namun, ada kalanya bayi sedang mengalami growth spurt atau teething sehingga keinginan menyusunya bisa selama dan sesering seperti pada masa awal kehidupannya.
Usia 12-24 Bulan
Di tahapan usia ini, porsi dan frekuensi makan sudah lebih banyak serta teratur, sehingga biasanya keinginan menyusunya sudah berkurang. ASI juga tak menjadi satu-satunya sumber nutrisi anak. Karena itu, kebutuhan ASI pun sudah jauh berkurang. Namun, menurut Centers For Disease Control And Prevention, ibu dapat menyusu sesuai dengan keinginannya. Biasanya, kebanyakan anak di usia ini akan menyusu pada saat-saat tertentu saja. Misalnya, menjelang tidur. Atau, banyak menyusu saat sedang kurang sehat dan nafsu makannya berkurang.
Ciri-Ciri Bayi Kenyang ASI
Menurut Mary L. Gavin, MD, ada beberapa tanda yang menjadi ciri bahwa si kecil kenyang menyusu. Berikut ini penjelasannya:
- Bayi terlihat senang, waspada, dan aktif.
- Terus bertambah berat, tumbuh, dan berkembang.
- Menyusu rata-rata sebanyak 6-8 kali per hari.
- Buang air kecil dan besar secara teratur.
Detail isi artikel
- Usia 0 Bulan
- Usia 2-6 Bulan
- Usia 6-12 Bulan
- Usia 12-24 Bulan
- Ciri-Ciri Bayi Kenyang ASI
Artikel Lainnya

Kanak-kanak
Kenali Perbedaan Batuk Pilek Biasa dan Influenza A pada Anak

Remaja
Mengajarkan Anak Memahami Mindfulness yang Benar

Bayi
Mitos vs Fakta Kontrasepsi yang Wajib Orang Tua Tahu

Balita
Panduan Siaga Abu Vulkanik untuk Orang Tua dengan Anak Berisiko Tinggi

Balita
Tips Menjemur Baju Saat Hujan Abu Vulkanik agar Bebas Apek dan Debu

Kanak-kanak
5 Tips Mendampingi Anak PJJ Tanpa Panik

Remaja
Panduan IDAI: Cara Tepat Melindungi Anak dari Bahaya Paparan Abu Vulkanik

Bayi
Cek Kesehatan Pencernaan Anak Melalui Pup: Panduan Skala Bristol yang Wajib Dipahami Orang Tua