Gejala awal Hantavirus seringkali menyerupai flu biasa atau demam berdarah. Namun, berdasarkan literatur medis, lebih spesifik gejalanya biasanya terbagi dalam dua fase:
Fase Awal (Hari ke-1 hingga ke-5)
Pada tahap ini, gejala sering dianggap sebagai "masuk angin" biasa:
- Demam Tinggi Mendadak: Suhu tubuh melonjak drastis dan seringkali sulit turun dengan obat penurun panas biasa.
- Nyeri Otot Ekstrem (Myalgia): Si Kecil mungkin mengeluh sakit sekali di bagian punggung, bahu, dan paha.
- Gangguan Pencernaan: Disertai sakit perut hebat, mual, dan muntah. Banyak orang tua awalnya mengira ini adalah keracunan makanan.
- Wajah Memerah (Facial Flushing): Wajah, leher, dan punggung tampak kemerahan seperti terbakar matahari, disertai mata yang tampak sangat merah.
Fase Kritis (Gangguan Organ)
Setelah beberapa hari, virus mulai menyerang organ spesifik.
Jika Menyerang Ginjal (HFRS - Lebih umum di Asia/Eropa):
- Penurunan Tekanan Darah: Anak tampak sangat lemas, pucat, dan tangan/kaki terasa dingin (tanda awal shock).
- Gangguan Buang Air Kecil: Frekuensi kencing berkurang drastis atau warna urine menjadi sangat pekat (seperti teh). Ini tanda ginjal mulai bekerja keras melawan infeksi.
- Bintik Merah (Petechiae): Muncul bintik-bintik merah kecil di kulit atau selaput lendir mulut, yang merupakan tanda adanya perdarahan kecil di bawah kulit.
Jika Menyerang Paru-paru (HPS - Lebih umum di Amerika):
- Sesak Napas Progresif: Awalnya hanya batuk kecil, namun dalam hitungan jam bisa berubah menjadi sesak napas berat karena adanya cairan di paru-paru.
- Sensasi Dada Terikat: Pasien dewasa sering menggambarkan rasanya seperti ada pita besi yang melilit dada dengan sangat kencang sehingga sulit mengambil napas.